Jakarta - Pertandingan Mohamed Salah pada final Liga Champions 2018 melawan Real Madrid di Stadion NSC Olimpiskiy, Kiev terpaksa berakhir karena diduga mengalami dislokasi pundak sehabis jatuh dalam perebutan bola dengan Sergio Ramos.
Dalam tayangan ulang, pemain berusia 25 tahun itu melaksanakan duel bola dengan kapten Real Madrid. Terlihat mereka berdua terjatuh, lalu tangan Salah terjepit dan sepertinya tertiban badan besar Ramos.
Soal cedera yang dialami Salah, seorang hebat tulang, dr Renaldi Prasetia dari Divisi Sport Injury/Shoulder, Departemen Orthopaedi dan Traumatologi, RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan, secara prosedur cedera banyak kemungkinan yang terjadi pada pundak Mohamed Salah.
Usai menonton tayangan ketika Salah bertabrakan dengan Ramos, dr Renaldi memperkirakan cedera tersebut dapat berupa cedera pada tulang atau patah tulang, dapat separasi atau dislokasi sendi bahu, atau dapat juga cedera jaringan lunak (ligamen dan tendon) di sekitar sendi bahu. Maka itu, menurutnya, harus ada investigasi lanjut bagi pemain asal Mesir itu.
"Pemeriksaan lanjut (fisik dan radiologis) harus di work-up pada pasien aktif dan high demand ibarat ini. Salah satunya X-Ray untuk mengevaluasi jaringan tulang," ujar dr Renaldi ketika dihubungi detikHealth.
Sementara dr Renaldi menyebut, patut dilakukan MRI atau Magnetic Resonance Imaging, untuk menilai cedera jaringan lunak sekitar bahu, pada labrum, ligament, dan rotator cuff tendon.
"Sepertinya ketika Salah keluar lapangan posisi lengan kanan tidak menandakan posisi pundak terdislokasi. Oleh alasannya yaitu itu work-up lebih lanjut untuk mengkonfirmasi diagnosis sangat penting dalam kasus ini," tegas dr Renaldi.
Dalam tayangan ulang, pemain berusia 25 tahun itu melaksanakan duel bola dengan kapten Real Madrid. Terlihat mereka berdua terjatuh, lalu tangan Salah terjepit dan sepertinya tertiban badan besar Ramos.
Soal cedera yang dialami Salah, seorang hebat tulang, dr Renaldi Prasetia dari Divisi Sport Injury/Shoulder, Departemen Orthopaedi dan Traumatologi, RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan, secara prosedur cedera banyak kemungkinan yang terjadi pada pundak Mohamed Salah.
dr Renaldi memperkirakan cedera pada Salah dapat berupa cedera pada tulang atau patah tulang, dapat separasi atau dislokasi sendi bahu, atau dapat juga cedera jaringan lunakFoto: Michael Regan/Getty Images |
Usai menonton tayangan ketika Salah bertabrakan dengan Ramos, dr Renaldi memperkirakan cedera tersebut dapat berupa cedera pada tulang atau patah tulang, dapat separasi atau dislokasi sendi bahu, atau dapat juga cedera jaringan lunak (ligamen dan tendon) di sekitar sendi bahu. Maka itu, menurutnya, harus ada investigasi lanjut bagi pemain asal Mesir itu.
"Pemeriksaan lanjut (fisik dan radiologis) harus di work-up pada pasien aktif dan high demand ibarat ini. Salah satunya X-Ray untuk mengevaluasi jaringan tulang," ujar dr Renaldi ketika dihubungi detikHealth.
Sementara dr Renaldi menyebut, patut dilakukan MRI atau Magnetic Resonance Imaging, untuk menilai cedera jaringan lunak sekitar bahu, pada labrum, ligament, dan rotator cuff tendon.
"Sepertinya ketika Salah keluar lapangan posisi lengan kanan tidak menandakan posisi pundak terdislokasi. Oleh alasannya yaitu itu work-up lebih lanjut untuk mengkonfirmasi diagnosis sangat penting dalam kasus ini," tegas dr Renaldi.
dr Renaldi memperkirakan cedera pada Salah dapat berupa cedera pada tulang atau patah tulang, dapat separasi atau dislokasi sendi bahu, atau dapat juga cedera jaringan lunakFoto: Michael Regan/Getty Images
Comments
Post a Comment