Jakarta - Winger Liverpool Mohamed Salah terpaksa ditarik keluar pada babak pertama ketika melawan Real Madrid alasannya yaitu di Liga Final Champions, Minggu (27/5/2018). Diduga ia mengalami dislokasi pundak usai bertabrakan dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.
Dislokasi pundak bukan satu-satunya risiko cedera ketika olahraga. Peradangan otot atau sendi, robekan pada otot, dislokasi otot, tulang dan sendi yaitu beberapa jenis cedera yang umum terjadi ketika berolahraga.
Kesalahan posisi cuilan badan ketika berolahraga, bersinggungan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang sempurna dan penggunaan otot yang hiperbola sanggup menjadikan cedera pada tangan dan bahu.
Cedera pundak sanggup terjadi pada tulang ataupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras mengakibatkan cedera paling sering terjadi pada otot.
Secara umum cedera terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronik. Cedera akut terjadi bila penggunaan energi secara signifikan atau penggunaan energi secara berulang menyerupai pemain badminton, golf, tenis dan volly sanggup memicu cedera tangan dan bahu.
"Akut itu jika energinya, traumanya besar. Cetar! Cedera," kata dr Iman Widya Aminata, Sp.OT dari RS Pondok Indah, ditemui baru-baru ini.
Cedera pundak ringan sanggup diatasi dengan melaksanakan peregangan dan memaksimalkan kerja pundak melalui fisioterapi, sedangkan cedera akhir peradangan otot sanggup diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, sumbangan analgesik atau obat antiradang untuk menghilangkan rasa nyeri, serta terapi untuk membantu proses pemulihan.
Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Cedera pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya yaitu robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang bekerjasama dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.
Dislokasi pundak bukan satu-satunya risiko cedera ketika olahraga. Peradangan otot atau sendi, robekan pada otot, dislokasi otot, tulang dan sendi yaitu beberapa jenis cedera yang umum terjadi ketika berolahraga.
Kesalahan posisi cuilan badan ketika berolahraga, bersinggungan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang sempurna dan penggunaan otot yang hiperbola sanggup menjadikan cedera pada tangan dan bahu.
Cedera pundak sanggup terjadi pada tulang ataupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras mengakibatkan cedera paling sering terjadi pada otot.
Secara umum cedera terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronik. Cedera akut terjadi bila penggunaan energi secara signifikan atau penggunaan energi secara berulang menyerupai pemain badminton, golf, tenis dan volly sanggup memicu cedera tangan dan bahu.
"Akut itu jika energinya, traumanya besar. Cetar! Cedera," kata dr Iman Widya Aminata, Sp.OT dari RS Pondok Indah, ditemui baru-baru ini.
Cedera pundak ringan sanggup diatasi dengan melaksanakan peregangan dan memaksimalkan kerja pundak melalui fisioterapi, sedangkan cedera akhir peradangan otot sanggup diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, sumbangan analgesik atau obat antiradang untuk menghilangkan rasa nyeri, serta terapi untuk membantu proses pemulihan.
Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Cedera pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya yaitu robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang bekerjasama dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.
Comments
Post a Comment