Skip to main content

Pulang Umrah, Cagub Edy Pribadi Nonton Tabrak Psms

Pulang Umrah, Cagub Edy Langsung Nonton Laga PSMSFoto: Dok. Timses Eramas

Medan -PSMS Medan berhasil meraih poin penuh sesudah mengalahkan Arema Malang 2-0 lewat gol yang dilesakkan M Yesoh, Sabtu (26/5/2018). Kemenangan ini menciptakan kesan tersendiri bagi Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang sengaja tiba ke Stadion Teladan sepulang dari ibadah umrah.

Diketahui, Edy dan isterinya, Nawal Lubis, melakukan ibadah umroh semenjak awal bulan Ramadan. Sekembalinya dari tanah suci, Edy yang memang selalu menonton klub binaannya, PSMS Medan, di Stadion Teladan Medan.

"Kemenangan ini yakni berkah dari kerja keras pemain PSMS yang bermain baik. Kita harus angkat topi untuk pemain dan seluruh ofisial PSMS Medan atas kemenangan ini," kata Edy menyerupai dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (27/5/2018).


Cagub dengan nomor urut 1 ini tiba bersama istrinya dikala pertandingan gres saja dimulai. Dalam kedudukan 0-0, Edy terlihat antusias menyaksikan langgar dua klub besar tersebut. Dengan balutan jaket berwarna emas, Edy terlihat menyapa masyarakat yang juga menyaksikan langgar itu di Stadion Teladan. Tampak juga Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah Marpaung di tribun VIP.

Di hari yang sama, Edy juga diterpa informasi hoax tengah mengalami sakit sehingga tidak terlihat semenjak awal Ramadan. Isu yang muncul di media umum ini diduga besar lengan berkuasa untuk menawarkan efek negatif bagi status Edy sebagai Cagubsu.

"Informasi itu hoax. Alhamdulillah Pak Edy sehat dan sanggup nonton bola ini," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Eramas, Walid Sembiring, yang turut mendampingi Edy menyaksikan langgar PSMS melawan Arema itu.

Walid menduga, informasi soal Edy yang sakit kata beliau sengaja dihembuskan pihak lawan politik.

"Ini bulan bulan ampunan yang mulia pun masih saja buat hoax. Sangat menyedihkan, jika masyarakat harus menerima informasi bohong sedemikian rupa," ujarnya.

Walid menambahkan informasi umroh Edy dan isteri memang tidak disebarkan ke masyarakat. Itu merupakan seruan keluarga mantan Pangkostrad itu semoga tidak menjadi riya.


"Ini soal ibadah, urusan dengan Tuhan SWT. Keluarga merasa itu tidak perlu diberitakan ke publik. Karena ujung-ujungnya sanggup riya. Nanti malah jadi dosa. Yang jelas, masyarakat sudah melihat eksklusif Pak Edy sehat walafiat. Kaprikornus masyarakat Sumut kami harap tidak lagi termakan hoax dan fitnah yang sebar orang tak bertanggung jawab," pungkasnya.

Comments